Kamis, 22 September 2022
Ketua DPP Dan DPW Sumut Partai Republiku Datangi Kesbangpol dan KPU Sumut
Sabtu, 10 September 2022
ANTARA NASIONALISME DAN AGAMA

Dadek haryantho (dadek wonk) Presidium
from anti komunis pengawal pancasila

from anti komunis pengawal pancasila
Demokratisasi yang menjunjung tinggi kebebasan menjadi landasan bagi setiap individu dalam mengaktualisasikan dirinya, termasuk dalam masalah politik. Kebebasan individu yang dijamin oleh konstitusi di Indonesia mencerminkan popularitas sistem demokrasi ini. Akan tetapi, kebebasan tersebut pada akhirnya semakin memperjelas jurang pemisah antar identitas (agama, suku, bahasa, jenis kelamin, dll) yang ada di Indonesia, terutama berkaitan dengan masalah politik bangsa. Persoalan agama dan nasionalis bangsa merupakan dua identitas yang saat ini menjadi penerapan di Indonesia. Polemik politik identitas semakin meruncing hingga munculnya klaim bahwa kelompok kepentingan yang lebih baik daripada kelompok kepentingan lainnya, urusan kepentingan ini kemudian mulai memecah belah bangsa yang sebelumnya menjunjung tinggi perbedaan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui realitas politik identitas di Indonesia saat ini, berfokus kepada dua kelompok identitas yaitu kelompok agama dan kelompok nasionalis. Metode kualitatif dan kajian literatur yang digunakan untuk mengkaji masalah ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul dari pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya negara yang ditandai dengan munculnya krisis terhadap pemerintah, penyebaran berita Metode kualitatif dan kajian literatur yang digunakan untuk mengkaji masalah ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul dari pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya negara yang ditandai dengan munculnya krisis terhadap pemerintah, penyebaran berita Metode kualitatif dan kajian literatur yang digunakan untuk mengkaji masalah ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul dari pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya negara yang ditandai dengan munculnya krisis terhadap pemerintah, penyebaran beritahoax , persekusi, makar, terbatasnya ruang demokrasi, dll.
Jumat, 09 September 2022
Pemimpin Yang Sederhana Merupakan Barang Langka
Selasa, 30 Agustus 2022
DADEK WONK menerima SK sebagai ketua DPC PARTAI REPUBLIKU INDONESIA Kota Medan
Sabtu, 27 Agustus 2022
Menuju Pribadi Yang Sukses
![]() |
| DADEK WONK Ketua DPC Partai Republiku Indonesia kota medan |
Mengenal diri sendiri amatlah penting dalam hidup ini. Sebab orang yang mengenal dirinya akan mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Ia akan pandai menempatkan diri dalam pergaulan. Juga mampu mengelola kelebihannya (potensi) untuk meraih keberhasilan hidup di masa depan. Setiap manusia memiliki bermacam-macam potensi diri yang dapat dikembangkan. Tidak sedikit manusia belum sepenuhnya mengembangkan dan menggunakan potensi yang ada pada dirinya. Hal ini terjadi dikarenakan mereka belum atau bahkan tidak mengenal potensi dirinya dan hambatan-hambatan dalam pengembangan potensi diri tersebut.
Mampu mengembangkan potensi diri merupakan dambaan setiap individu. Mampukah seseorang mengembangkan potensi dirinya secara efektif? Itu bergantung pada motivasi diri, karena pengembangan potensi diri merupakan suatu proses yang sistematis dan bertahap. Tahapan pengembangan potensi diri tersebut antara lain melalui pengenalan dan pengukuran potensi diri, menentukan konsep diri, mengenal hambatan-hambatan serta aktualisasi diri.
Tidak ada manusia yang lahir ke dunia langsung menjadi ahli di bidang tertentu. Semua harus diraih dengan proses. Jika anda sudah tahu potensi diri anda, itulah modal kesuksesan. Jika anda bisa mengembangkan potensi anda menjadi prestasi, kesuksesan sudah menanti.
Senin, 28 Februari 2022
OPEN TOURNAMEN TAEKWONDO SE-SUMATERA UTARA PARTAI DEMOKRAT
Rabu, 19 Januari 2022
300 TAEKWONDOIN IKUT SERTA TOURNAMEN DPC DEMOKRAT KOTA MEDAN
Selasa, 12 Oktober 2021
ADART ADALAH ATURAN DAN PERATURAN INTERNAL
| Dadek wonk mantan staf Pengadilan |
KEMENANGAN BUTUH PERJUANGAN DAN KERJA KERAS
Rabu, 29 September 2021
Yusril Jadi Kuasa Hukum, Hakim Tak Gentar, Ada Apa Dengan Yusril Ihza Mahend
Sebagaimana dirangkum dari GenPi, Kehadiran Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum kubu Moeldoko disebut tak akan membuat hakim gentar. Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga membuka analisisnya.
"Hakim tidak akan goyah dan silau hanya karena Yusril jadi kuasa hukum kubu Moeldoko," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Rabu (29/9).
Menurutnya, hakim akan tetap berpihak pada keadilan dalam memutus kasus tersebut.
Tidak hanya itu, judicial review yang diajukan ke MA oleh Partai Demokrat kubu Moeldoko terkesan dipaksakan.
Menurutnya, obyek judicial review yang keliru dan salah sasaran.
"Karena AD/ART Partai Demokrat bukan produk perundang-undangan," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Rabu (29/9).
Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu menyebut AD/ART hanyalah produk kongres Partai Demokrat yang hanya mengikat internal partai tersebut.
"Jadi, MA hanya memiliki kewenangan menguji Peraturan Perundang-Undangan yang bertentangan terhadap UU," jelasnya.
Berdasarkan UU sendiri, MA tidak memiliki kewenangan untuk melakukan uji materiil terhadap AD/ART Partai Demokrat m.
"Atas dasar itu, tampaknya Partai Demokrat secara yuridis, struktural, dan sosiologis masih sangat kuat," tegasnya.
Oleh karena itu, Jamiluddin menegaskan keadilan masih nampak di Indonesia
Minggu, 26 September 2021
DADEK HARYANTHO alias DADEK WONK resmi bergabung di partai DEMOKRAT kota Medan
![]() |
TERATAS
SAMBUTAN DEWAN PENDIRI ALIANSI PEMUDA INDONESIA
ESOK LEBIH BAIK DARI KEMARIN DAN HARI INI INDONESIAN_news- Assalaikum warohmatullahi wabarokatuh.... Salam sejahtera buat kita semu Seb...
-
ESOK LEBIH BAIK DARI KEMARIN DAN HARI INI INDONESIAN_news- Assalaikum warohmatullahi wabarokatuh.... Salam sejahtera buat kita semu Seb...
-
MATA DEWA news:-- Ketua umum ALIANSI PEMUDA INDONESIA, DADEK HARYANTHO (DADEK WONK) mengecam keras tindakan premanisme dan bar-bar yang dila...





