Kamis, 23 Februari 2023
WARNA WARNI NEGERI KU & PENTINGNYA KEDEWASAAN BERPOLITIK
Sabtu, 28 Januari 2023
Dewan Pendeta dukung Dadek wonk Maju Caleg DPRD Kota Medan
Salah seorang pendeta yang tidak mau di sebutkan namanya, menyatakan sosok Dadek wonk memiliki kriteria karisma kepemimpinan yang sesuai seperti yang disebutkan firman. Di antaranya adalah iklas berkorban untuk orang lain, gak neko-neko, membela sahabat-sahabatnya dan sangat takut dengan Tuhan.
"Sebagai seorang pendeta menilai beliau layak menjadi anggota DPRD Kota Medan. Ini peran kita berpartisipasi untuk pesta demokrasi maret 2024 ujarnya, saat acara undangan Ramah Tamah natal nadional di gedung serba guna jalan william iskandar pancing Medan, Jumat (28/01/2023).
Hal serupa disampaikan oleh tokoh Kristen, E.saragih. Dia menuturkan Dadek wonk pernah berjasa menyelamatkan dirinya dalam satu peristiwa.
"Saya pernah ditabrak orang di masa lalu. Darah mengucur, saya luka-luka. Gak ada yang menolong saya di keramaian, Saat itu ada satu pria berbadan ramping berpakaian rapi, yang tidak seiman menolong saya dan langsung membawa saya ke rumah sakit untuk di tangani medis sampai dia rela gak masuk kerja dan di tegur dengan pimpinannya, Dan pria itu adalah beliau yang hadir bersama kita ini, Dadek wonk, makanya dia kami undang," ujar E.saragih
Tokoh pendeta lainnya, menyatakan dukungannya terhadap Dadek wonk agar Medan lebih kodusif di karenakan dia (Dadek wonk) sangat di hargai di kalangan banyak organisasi seperti lsm, aktivis, relawan bahkan aktif di beberapa organisasi kepemudaan.
"Dadek wonk kita lihat mampu membawa medan lebih bermartabat dengan mempersatukan beragam suku, budaya dan agama di Medan, dia sangat nasionalis" ujarnya.
Kedekatan dengan tokoh agama dan saling menghargai, sudah sejak lama ditunjukkan Dadek wonk, Hal ini ditegaskan K. Pasaribu yang merupakan teman kuliah Dadek wonk di Pelayaran
"Dari dulu kami berteman tidak ada mempersoalkan agama. Kami saling menghargai dan menghormati. Saya main ke rumah beliau, beliau main ke rumah saya. Inilah persahabatan yang tidak terpisahkan," ujar K. Pasaribu.
"Dadek wonk untuk maju ke Caleg DPRD Kota Medan pada tahun 2024 nanti akan bersaing dengan ratusan Calon legeslatif dari banyaknya partai, dan kami yakin dia akan di pilih masyarakat, pesan kami dan penuh harapan sama dia (Dadek wonk) jika terpilih jadilah wakil rakyat yang amanah, tetap menjadi diri sendiri seperti sakarang ini. Karena pada akhirnya semua akan di pertanggung jawabkan pada masyarakat dan yang kuasa.
Jumat, 06 Januari 2023
FENOMENA POLITISI PINDAH PARTAI
Dinamika internal partai politik adalah keniscayaan, tergantung situasi dan keadaan parpol tidak bisa dihindari. Menjadi kader partai apapun pasti terjadi dinamika, karena itu merupakan sunatullah dalam parpol. Coba perhatikan semua partai politik adakah yang nyaman tanpa kekisruhan tentu tidak, semua parpol pasti mengalami hal yang sama. Jika saja ingin merasakan nyaman, tanpa ada kisruh, tinggalkan parpol dan beribadah di Masjidil Haram Insyaallah nyaman. Dan sebaliknya jika bergabung dengan parpol, nyamannya atau tidak hanya bisa dirasakan jika disesuaikan dengan kepentingan yang ada. Dan semua partai politik memiliki keadaan yang hampir sama seperti pinang dibelah dua. Maka kader Parpol harus bisa membaca peta politik yang terjadi dilingkungan internal. Sebab politik memiliki motto yang unggul yaitu “Kepentingan”. Pada titik kulminasi “Kepentingan” inilah muncul perasaan nyaman dan tidaknya kader parpol. Jadi tidak ada kawan dalam politik yang ada hanyalah kepentingan. Jika kepentingan mereka sama maka akan dirasakan sangat nyaman dalam partai dan sebaliknya jika kepentingan kita berbeda maka otomatis akan merasakan dampak ketidaknyamanan pada partai tersebut. Disinilah cikal bakal mulai berfikirnya kader parpol apakah pindah partai, mendirikan partai ataukah menjemput bola partai baru semua ini akan menjadi pilihan bagi kader politik. Politik itu seperti halnya cuaca, selalu berubah-ubah dalam waktu yang sulit untuk dideteksi dan prediksi oleh siapapun juga. Waktu sekejap bisa terjadi mendung dan arah angin bisa terjadi perubahan haluan. Untuk menyatakan sikap batin yang bermertamerfosa dengan keinginan menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Itulah sulitnya mengambil keputusan politik apakah nyaman atau tidak ketika berada dalam satu gerbong partai. Ketika keputusan yang kita ambil didalam menentukan pilihan apakah nyaman atau tidak itu adalah keputusan yang sadar, teliti dan bulat terhadap pilihan yang tersedia untuk merealisasikan tujuan dan keinginan yang diharapkan. Oleh sebab itu, tidak saja dibutuhkan cara cerdas untuk mewujudkan impian, tapi juga standar moral yang ketat dan keberanian untuk menanggung resiko. Jikapun kita harus hijrah pada partai politik lain maka itu adalah keniscayaan dan hal itu didalam politik adalah deal-nya untuk kepentingan semata. Mungkin bagi kita semua sepakat membenarkan perkataan bapak Ploklamator bahwa “tidak ada teman abadi dalam politik”. Pameo ini masih berlaku permanent dijagat politik yang terjadi sampai saat ini. Kepindahan kader partai politik ke parpol lain adalah lumrah karena itu merupakan pilihan yang sulit untuk dihindari walaupun masyarakat bertanya kenapa mesti pindah partai ?. Dimanapun kita berlabuh dan partai apaun yang kita bergabung dinamika itu adalah merupakan kodrat politik yang tidak bisa kita hindari hanya butuh waktu pasti akan terjadi. Yang perlu dipikirkan oleh politisi bagaimana cara berjirah politik yang santun, meninggalkan partai tanpa ada bekas seperti mencabut rambut pada tepung sehingga semuanya indah dalam politik. Disitulah seninya kita berpolitik. Tidak bisa dihindari adanya konflik internal maupun persaingan antar person didalam ranah partai politik. Persaingan yang sehat merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan dalam iklim demokrasi. Persaingan politik dapat terjadi dalam banyak tingkatan. Pertama, persaingan politik yang terjadi memperebutkan fungsi dan kedudukan dalam tubuh partai. Persaingan ini terjadi dalam koridor ideologis, struktur dan mekanisme partai politik bersangkutan. Kedua persaingan untuk mendapatkan simpatisan dan dukungan publik. persaingan jenis ini seringkali dikonotasikan persaingan periode kampanye Pemilu Ada beberapa faktor pindahnya politisi pada partai lain diantaranya adalah : idiologi partai, konflik internal partai, masa depan partai, serta iming-iming fasilitas dari partai lain. Menurut Zainuddin Amali, semakin kuat ikatan ideologi politikus dengan partainya, maka semakin tidak ada kemungkinan ia akan pindah partai. “Politikus yang idiologinya sangat lemah akan mudah pindah partai lain”. Kedua, lanjutnya adalah faktor konflik internal partai asal. Hal ini membuat partai politik terbelah, sehingga politikus jadi tidak nyaman dan mencari partai yang stabil. Ketiga, kehawatiran terhadap masa depan partai Fenomena pindah partai ini menghasilkan dua padangan yaitu postif dan negatif. Secara positif, pindah partai adalah bentuk ketidak puasan individu politisi terhadap apa yang terjadi di tubuh partai sehingga menuntut politisi memiih partai lain untuk dapat mengakomodir kepentingan pribadinya. Dalam pandanagan positif, invividu melihat bahwa dalam tubuh organisasi partai poltik sudah tidak ada lagi idiologi yang sejalan ataupun visi misi yang diusung olwh individu. Apabila demikian, partai politik yang sebelumnya dianggap tidak sejalan dengan apa yang menjadu idiologi individu, dianggap membutuhkan perubahan didalam tubuh partai politik tersebut. Sedangkan pandangan negatif, ada kemunduran partai politik baik dari visi misi, idiologi dan sistim dalam tubuh organisasi partai. Pandangan negatif ini melihat pada aspej ketidak mampuan partai politik dalam mengakomodasi kepentingan anggota dalam partai politik, sehingga dianggap sebagai kegagalan konsolidasi partai politik. Meskipun dua pandangan ini terlihat normatif, tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh terhadap performa partai politik dan integritas individu dalam politik. Dua indikasi faktor yang mempengaruhi perpindahan partai politik yaitu pengaruh internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut berasal baik dari individu ataupun partai politik. Keduanya memiliki intensi yang berberbeda, namun prose dan dinamikia komunikasi politik didalam partai politik dengan anggotanya sangatlah menentukan. Misalnya pengaruh idiologi, kepentingan yang lain dan keinginan untuk meraih kekuasaan yaitu kursi yang lebih besar Semua ini tergantung sungguh personafiksi elit apakah bisa konsep ini berlaku atau tidak kembali kepada masing-masing kader partai. |
Rabu, 07 Desember 2022
DADEK HARYANTHO Tantang KPU Buka Data Parpol ke Rakyat
Jumat, 25 November 2022
Ketua Dewan Penasehat CIC Mengecam Tindakan KPU RI
Rabu, 23 November 2022
PARTAI REPUBLIKU INDONESIA GUGAT KPU KE BAWASLU HARI INI
![]() |
| DADEK HARYANTHO Ketua DPC PARTAI REPUBLIKU KOTA MEDAN di sekretariat Jalan cempaka no 5 gaperta ujung medan helvetia |
Selasa, 18 Oktober 2022
Tim KUASA HUKUM DPP PARTAI REPUBLIKU INDONESIA AJUKAN GUGATAN KE BAWASLU
Kamis, 22 September 2022
Ketua DPP Dan DPW Sumut Partai Republiku Datangi Kesbangpol dan KPU Sumut
Sabtu, 10 September 2022
ANTARA NASIONALISME DAN AGAMA

Dadek haryantho (dadek wonk) Presidium
from anti komunis pengawal pancasila

from anti komunis pengawal pancasila
Demokratisasi yang menjunjung tinggi kebebasan menjadi landasan bagi setiap individu dalam mengaktualisasikan dirinya, termasuk dalam masalah politik. Kebebasan individu yang dijamin oleh konstitusi di Indonesia mencerminkan popularitas sistem demokrasi ini. Akan tetapi, kebebasan tersebut pada akhirnya semakin memperjelas jurang pemisah antar identitas (agama, suku, bahasa, jenis kelamin, dll) yang ada di Indonesia, terutama berkaitan dengan masalah politik bangsa. Persoalan agama dan nasionalis bangsa merupakan dua identitas yang saat ini menjadi penerapan di Indonesia. Polemik politik identitas semakin meruncing hingga munculnya klaim bahwa kelompok kepentingan yang lebih baik daripada kelompok kepentingan lainnya, urusan kepentingan ini kemudian mulai memecah belah bangsa yang sebelumnya menjunjung tinggi perbedaan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui realitas politik identitas di Indonesia saat ini, berfokus kepada dua kelompok identitas yaitu kelompok agama dan kelompok nasionalis. Metode kualitatif dan kajian literatur yang digunakan untuk mengkaji masalah ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul dari pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya negara yang ditandai dengan munculnya krisis terhadap pemerintah, penyebaran berita Metode kualitatif dan kajian literatur yang digunakan untuk mengkaji masalah ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul dari pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya negara yang ditandai dengan munculnya krisis terhadap pemerintah, penyebaran berita Metode kualitatif dan kajian literatur yang digunakan untuk mengkaji masalah ini. Kajian ini menemukan bahwa perpecahan yang muncul dari pengelompokan politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme ini menyebabkan terganggunya negara yang ditandai dengan munculnya krisis terhadap pemerintah, penyebaran beritahoax , persekusi, makar, terbatasnya ruang demokrasi, dll.
Jumat, 09 September 2022
Pemimpin Yang Sederhana Merupakan Barang Langka
Selasa, 30 Agustus 2022
DADEK WONK menerima SK sebagai ketua DPC PARTAI REPUBLIKU INDONESIA Kota Medan
TERATAS
SAMBUTAN DEWAN PENDIRI ALIANSI PEMUDA INDONESIA
ESOK LEBIH BAIK DARI KEMARIN DAN HARI INI INDONESIAN_news- Assalaikum warohmatullahi wabarokatuh.... Salam sejahtera buat kita semu Seb...
-
ESOK LEBIH BAIK DARI KEMARIN DAN HARI INI INDONESIAN_news- Assalaikum warohmatullahi wabarokatuh.... Salam sejahtera buat kita semu Seb...
-
MATA DEWA news:-- Ketua umum ALIANSI PEMUDA INDONESIA, DADEK HARYANTHO (DADEK WONK) mengecam keras tindakan premanisme dan bar-bar yang dila...









